Pendekatan struktural dipelopori oleh kaum Formalis Rusia dan Strukturalisme Praha. Ia mendapat pengaruh langsung dari teoriSaussure yang mengubah studi linguistik dari pendekatan diakronik ke sinkronik. Studi linguistik tidak lagi ditekankan pada sejarah perkembangannya, melainkan pada hubungannya. Masalah unsur dan hubungan antarunsur merupakan hal yang penting dalam pendektan ini. Unsur bahasa misalnya, terdiri dari unsur fonologi, morfologi, dan sintaksis, maka dalam studi linguistik pun dikenal adanya studi fonetik, fonemik, morfologi, dan sintaksis. Pembicaraan terhadap salah satu aspek tersebut tidak dibenarkan untuk dikaitkan dengan aspek-aspek yang lain. Cara kerja yang demikian, yaitu adanya pandangan keotonomian terhadap suatu objek, juga dibawa ke studi kesastraan. Sebuah karya juga memiiliki sifat keotonomian, sehingga pembicaraan terhadapnya juga tidak perlu dikaitkan dengan hal-hal lain yang di luar karya itu. (Burhan Nurgiyantoro, 2002:36)